Bitescan: Teknologi yang Bisa Menghitung Jumlah Gigitan

Perusahaan Sharp telah mengembangkan teknologi “penghitung gigitan” yang dapat digantung di telinga seseorang. Prototipe ini dipamerkan di Ceatec Japan 2017. Perusahaan itu mendemonstrasikan menggigit permen karet sambil menggunakan Bitescan yang menghitung jumlah gigitan. Penghitung gigitan ini yang ada digunakan untuk keperluan medis, dll.

Teknologi ini dapat menghitung jumlah gigitan dengan akurasi tinggi. Namun, mereka mengharuskan pengguna untuk memasang perangkat besar ke dagu, kepala, dan lain-lain. Di sisi lain, Bitescan sangat kecil dan ringan sehingga dapat digantung di telinga, sehingga memungkinkan untuk menghitung jumlah gigitan dengan mudah. Penghitung gigitan mengukur jumlah gigitan, kecepatan, dan lain-lain berdasarkan, misalnya, getaran di sisi belakang telinga pada saat menggigit. Selain itu, Bitescan dapat menilai bagaimana pengguna menggigit makanan (missal: menggigit hanya di bagian kanan mulut, menggigit hanya di bagian kiri dan menggigit di kedua bagian) berdasarkan pada bentuk gelombang getaran yang terdeteksi di sisi belakang telinga.

Source: http://japantoday.com

Wabah Pikachu di Yokohama

Pikachu Outbreak (ピカチュウ大量発生チュウ!) atau Wabah Pikachu dalam bahasa Indonesia adalah acara Pokemon tahunan yang diadakan di distrik Minato Mirai, Yokohama yang dimulai pada tahun 2014.

Pada musim panas 2019, Wabah Pikachu kembali diadakan di Yokohama dengan jumlah Pikachu terbesar. Acara ini memakan waktu 7 hari pada pertengahan Agustus (6 hingga 12 Agustus), dan lebih dari 2.000 maskot Pikachu akan bermunculan di beberapa lokasi di distrik ini termasuk Minato Mirai Tokyu Square, Grand Mall Park, Yokohama Museum of Art, Queen’s Square, Yokohama Red Brick Warehouse. Akan ada sejumlah tempat foto Pokemon yang sangat cocok untuk berfoto lalu di upload di instagram selama acara di kota tersebut.

Tahun ini, acara tersebut akan diadakan pada malam hari (19:00-21:00) dan Pikachu yang menggemaskan akan berkolaborasi dengan pemandangan malam yang indah di Yokohama dan teknologi LED terbaru, air, dan banyak lagi. Sorotan terbaik dari acara ini adalah Pikachu Super-Outbreak dengan total 50 Pikachu berbaris di Rinko Park.

Source: http://jw-webmagazine.com

Satoru-kun

Satoru-kun merupakan salah satu urban legend yang ada di Jepang. Urban legend ini mengenai sebuah permainan yang biasa dimainkan oleh orang-orang untuk mencari jawaban dari pertanyaan apapun. Satoru-kun akan menjawab apapun pertanyaan yang diberikan. Dia mengetahui semua hal, baik itu masa lalu, masa kini ataupun masa depan. Untuk dapat bertanya pada Satoru-kun, terdapat ritual khusus yang harus dilakukan.

Untuk memanggil Satoru-kun, diperlukan sebuah ponsel, dan beberapa uang receh untuk membuat panggilan dari telepon umum.

Langkah pertama, masukkan uang ke dalam telepon umum dan buat panggilan ke ponselmu sendiri. Kedua, ucapkan mantra berikut:

“Satoru-kun, Satoru-kun, datanglah kemari. Satoru, Satoru, tunjukkan dirimu. Satoru, Satoru, kumohon jawab aku jika kau di sana.”

Ketiga, setelah proses tersebut selesai, tutup telepon umum dan matikan ponsel. Jika langkah-langkah tadi dilakukan dengan benar maka Satoru akan menelepon dalam waktu 1×24 jam. Panggilan yang pertama, Satoru akan mengatakan posisinya berada waktu itu lalu memutus panggilan. Akan ada beberapa panggilan lagi dari Satoru, dan semakin lama, dia akan memberitahukan kalau posisinya semakin dekat dengan kalian.

Pada panggilan terakhir, Satoru-kun akan berkata “Aku ada di belakangmu sekarang.” Saat itulah kalian harus cepat-cepat mengucapkan pertanyaan yang ingin ditanyakan pada Satoru-kun.

Namun terdapat syarat yang harus dipatuhi agar ritual ini berjalan lancar. Karena bila syarat ini dilanggar, akan ada risiko yang harus dihadapi. Pertama, jangan membalikkan badan atau mencoba melihat Satoru-kun. Kedua, jangan menyentuhnya. Ketiga, jangan berusaha untuk memanggilnya jika tidak memiliki pertanyaan apapun. Keempat, ketika Satoru-kun sudah di belakang kalian, jangan menunda untuk menyatakan pertanyaan. Jika syarat-syarat tersebut dilanggar, maka kalian akan mati dan Satoru-kun membawa kalian ke neraka.

Berminat untuk mencoba memanggil Satoru-kun?

Source: japanesestation.com/inilah-satoru-kun-roh-yang-akan-menjawab-semua-pertanyaanmu-asalkan/

Fakta Unik Budaya Membunguk di Jepang

Seperti yang kita tahu orang Jepang membungkuk dalam banyak keadaan, mulai dari menyapa sampai minta maaf. Membungkuk ala orang Jepang terlihat mudah namun banyak detail yang ada dalam aturan membungkuk di Jepang.

Sangat penting ketika membungkuk adalah tidak terlihat malas, punggung harus tegap agar postur terlihat baik. Bila sedang membungkuk, hanya gunakan bagian badan atas dan jangan gerakan bagian badan bawah, tatapan mata harus fokus kebawah dan kepala menunduk. Laki-laki harus membungkuk dengan tangan pada samping kanan dan kiri mereka. Perempuan harus membungkuk dengan tangan mereka di bagian depan.

Tipe membungkuk di jepang juga berbeda-beda:

  • Eshaku

Membungkuk sekitar 15 derajat untuk menyapa. Bungkuk 15 derajat ini masuk ke kategori informal dan digunakan untuk teman sebaya.

  • Keirei

Membungkuk sekitar 30 derajat ini adalah untuk tanda hormat kepada atasan atau orang-orang yang memiliki staus sosial lebih tinggi.

  • Saikeirei

Membungkuk 45 derajat tidak bisa dilakukan pada semua kesempatan dan hanya dipakai ketika bertemu orang yang sangat penting seperti kaisar. Bungkuk 45 derajat juga dilakukan bila seseorang melakukan kesalahan yang sangat fatal.

Source : gogonihon.com

Let Me Eat Your Pancreas

Let Me Eat Your Pancreas atau Kimi no Suizo wo Tabetai adalah film yang keluar pada 2017 silam lalu. Film Jepang yang bergenre drama romansa ini dibintangi oleh Minami Hamabe, Takumi Kitamura, Keiko Kitagawa dan Shun Oguri. Disutradarai oleh Sho Tsukikawa, film ini didasarkan pada novel dengan judul yang sama oleh Yoru Sumino.

Sakura Yamauchi dan “I” adalah teman sekelas pada sama sekolah menengah atas. “I” adalah seorang guru di sekolah mereka dulu, ia menjadi guru karena terinspirasi dari kata-kata Sakura di masa lalu. Ketika “I” sedang berbicara pada murid-muridnya ia teringat akan hari-hari di masa lalunya dengan Sakura.

Sakura Yamauchi adalah gadis yang mengidap penyakit yang menyerang pankreasnya. Sakura menulis keluhan, rasa sakit yang dirasakannya dan caranya bertahan hidup pada diarynya. “I” pada suatu hari tidak sengaja menemukan diari Sakura dan membacanya, itu membuat mereka menjadi dekat dan sering menjalani hari bersama. Sakura yang tidak memiliki umur yang panjang tetap bertekad untuk hidup dengan baik, tapi pada akhirnya ia tidak bisa menahan penyakitnya lebih lama lagi.

12 tahun setelah kepergian Sakura, sahabatnya Kiyoko, yang akan menikah juga mulai mengingat masa lalu yang ia lalui bersama dengan Sakura, sama seperti “I”. Maka dari teringatnya mereka berdua akan Sakura, keduanya menyadari apa yang sebenarnya ingin Sakura sampaikan.

Source: asianwiki.com, gv.com

Melihat Keindahan Umi-hotaru di Laut Seto

Umi Hotaro yang bercahaya di malam hari

Jepang terkenal akan kesibukan kotanya di malam hari. Bahkan ketika langit telah gelap gulita, kota-kota di Jepang masih dipenuhi cahaya lampu yang berwarna-warni. Tidak terkecuali di daerah pesisir pantai yang ada di Jepang. Bedanya, cahaya yang ada di sini bukanlah cahaya yang berasal dari lampu, melainkan cahaya dari kunang-kunang laut. Begitu kunang-kunang laut mulai bercahaya, lautan seketika bersinar dengan titik-titik biru yang begitu indah.

Meski disebut kunang-kunang laut atau umi-hotaru, sebenarnya lebih mirip dengan plankton dan semacamnya. Di siang hari, umi-hotaru tampak seperti plankton yang mengapung di permukaan laut, tetapi di malam hari mereka mulai bercahaya. Karena cahayanya yang cukup terang, pada Perang Dunia kedua, orang-orang menumbuk dan menjadikannya bubuk bercahaya untuk membantu tentara melihat peta pada malam hari.

Tempat paling pas untuk mencari umi-hotaru adalah pantai berpasir. Mereka bersembunyi jauh di dalam pasir ketika siang hari, lalu keluar di malam hari untuk mencari makan. Umi-hotaru lumayan sering ditemukan di pantai yang ada di Seto Inland Sea selama musim panas. Habitat mereka adalah daerah pesisir sepanjang Kyushu hingga Awajishima.

Terkadang, ada kumpulan umi-hotaru yang mengapung di permukaan laut dan terhempas ombak. Pemandangan ini dapat dilihat dari kejauhan dan itu sangatlah indah. Lalu ada pula umi-hotaru yang akan langsung bercahaya begitu seseorang berjalan di pinggir pantai.

Umi-hotaru memang menjadikan wilayah laut Seto menjadi indah dan sangat unik. Tapi yang paling harus diperhatikan adalah tetap menjaga agar mereka tidak kehilangan habitat mereka. Sangat penting bagi kita untuk terus melestarikan lingkungan serta ekosistem yang ada di dalamnya. Jadi pastikan untuk tetap menjaga lingkungan ketika kalian berkunjung ke sana ya!

Source: japantimes.co.jp/life/2016/10/01/travel/alien-life-forms-japans-seto-sea/

Kakigori, Es Serut yang Punya Banyak Varian

Kakigori merupakan cemilan khas Jepang berupa es batu yang diserut dengan sirup manis atau susu kental di atasnya. Di Jepang kakigori umumnya dimakan ketika musim panas. Namun kini Kakigori muncul dengan aneka varian baru. Apa aja sih aneka varian kakigori ini?

Yang pertama ada Ujikintoki yaitu kakigori rasa Matcha, disajikan di mangkuk besar. Seperti Kakigori pada umumnya, ujikintoki berisikan diberi aneka topping mulai dari shiratama dango, irisan buah segar hingga susu kental manis. Terakhir adalah sirup rasa matcha yang membuat es serut berganti warna menjadi kehijauan.

Selanjutnya yaitu  Nutella Bomb Kakigori. Kakigori satu ini berisikan nutella bomb yang merupakan mochi berisi nutella. Kakigori ini diberi bubuk cokelat serta almond dan juga dengan siraman susu cokelat di atasnya.

Kakigori rasa Mango Sticky Rice dan Thai Milk Tea. Kedua varian ini menggunakan rasa dari makanan dan minuman yang berasal dari negera Thailand, sangat cocok untuk disantap saat cuaca sedang panas-panasnya.

Source: travelingyuk.com

Reiwa, Era Baru Jepang

Pemerintah Jepang akhirnya mengumumkan nama periode kekaisaran baru pada Senin lalu, tanggal 1 April 2019. Era kali ini akan mengganti era Heisei seiring dengan persiapan pengunduran diri Kaisar Akihito pada 31 April mendatang. Periode Reiwa akan dimulai pada 1 Mei mendatang, bertepatan dengan Putra Mahkota Naruhito naik takhta Krisantium, menggantikan ayahnya Kaisar Akihito yang mengundurkan diri.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengumukan bahwa nama Reiwa dipilih untuk menggantikan Heisei yang dimana nama tersebut diformulasi berdasarkan sebuah puisi dari ‘Manyoshu‘, yakni salah satu manuskrip puisi tertua miliki Jepang. Karakter pertama dalam dua kanji yang membentuk Reiwa memiliki makna “keberuntungan”, sementara karakter kedua berarti “perdamaian dan harmoni”.

Selain menandai zaman atau periode kepemimpinan seorang kaisar, era juga digunakan sebagai dasar sistem kalender di Jepang. Tahun 2019 merupakan Heisei 31, artinya 2019 merupakan tahun ke-31 sejak era Heisei dimulai. Jepang telah memiliki setidaknya 250 era sejak mengadopsi sitem ini pada tahun 645. Dahulu kala, kaisar Jepang akan mengganti nama era di tengah masa kepemimpinan untuk menandai awal baru usai suatu bencana terjadi. Namun belakangan, nama sebuah era bertahan sepanjang masa kepemimpinan seorang kaisar.

Source: https://kabar24.bisnis.com

BUDAYA: Uang Tip dalam Budaya Jepang

Jika kalian berkunjung ke Jepang, pastilah sempat mengunjungi restoran-restoran di berbagai daerah di Jepang. Namun, berbeda dengan di Indonesia ketika selesai makan, biasanya kita memberi tip kepada pelayan di restoran tersebut. Di Jepang sendiri, memberi uang tip bukanlah perbuatan yang dianggap baik, justru sebaliknya. Di dalam artikel ini, akan dibahas alasan mengapa pelayan restoran Jepang tidak ingin menerima uang tip.

Pertama, banyak buku panduan budaya mengklaim bahwa pemberian tip dianggap kasar, tetapi tidak sepenuhnya benar. Hanya saja, di Jepang, memberi tip dianggap aneh.

Kedua, pelayan restoran di Jepang memiliki waktu istirahat yang cukup. Memberi tip sendiri memiliki tujuan untuk memberi bonus atau imbalan atas usaha kerjanya yang selama berjam-jam sibuk melayani pelanggan. Karena pelayan restoran di Jepang dirasa memiliki waktu untuk istirahat yang cukup, maka tidak pantas untuk menerima imbalan berupa tip.

Ketiga, Makanai atau makanan yang dibuat di dapur restoran dan disediakan untuk staf secara gratis. Tentunya ini tidak akan menjadi menu yang mahal, tetapi makanai masih dibuat dengan bahan-bahan berkualitas restoran.

Keempat, layanan yang buruk bukan bagian dari Jepang dari perspektif bisnis maupun pelanggan. Orang Jepang merasa bangga dengan hasil pekerjaannya sendiri dan akan mengerahkan 100% upayanya untuk mewujudkan sesuatu dengan baik, ini merupakan bagian dari budaya orang Jepang. Maka dari itu, tidak perlu menerima tip hanya karena telah bekerja keras.

Source: japanesestation.com

FORM DATA PRESTASI MAHASISWA SASTRA JEPANG

Minasan!

Kami dari Divisi Human Resource Development Himaprodi Sastra Jepang ingin memberitahukan bahwa untuk teman-teman yang sudah melakukan perlombaan ataupun membuahkan hasil prestasi akademik maupun nonakademik bisa melakukan pengisian form prestasi Sasjep, guna mempermudah pendataan dan apresiasi dari HMJ untuk teman-teman sasjep.
Bagi yang menjuarai perlombaan mulai bulan Maret 2019 form ini bertujuan sebagai data untuk mengukur perkembangan prestasi yang ada di Sasjep sendiri, onegaishimasu minnasan! Salam sasjep berprestasi!

Silahkan isi form di:
http://bit.ly/prestasi-sasjep-ub

Yuk segera diisi formnya. Ditunggu prestasi-prestasinya minnasan!👌


Narahubung:
085254684018 (Zendy)
Line@: zendyandini
089694196121 (Mester)
Line@ : msacker


Instagram: hmj_sastrajepangub
Line@: @rht3895o
Twitter: HMJ_Sasjepub
Web: himasasjep.ub.ac.id
Divisi Human Resources Development
Hima Sastra Jepang UB 2019