Wabah Pikachu di Yokohama

Pikachu Outbreak (ピカチュウ大量発生チュウ!) atau Wabah Pikachu dalam bahasa Indonesia adalah acara Pokemon tahunan yang diadakan di distrik Minato Mirai, Yokohama yang dimulai pada tahun 2014.

Pada musim panas 2019, Wabah Pikachu kembali diadakan di Yokohama dengan jumlah Pikachu terbesar. Acara ini memakan waktu 7 hari pada pertengahan Agustus (6 hingga 12 Agustus), dan lebih dari 2.000 maskot Pikachu akan bermunculan di beberapa lokasi di distrik ini termasuk Minato Mirai Tokyu Square, Grand Mall Park, Yokohama Museum of Art, Queen’s Square, Yokohama Red Brick Warehouse. Akan ada sejumlah tempat foto Pokemon yang sangat cocok untuk berfoto lalu di upload di instagram selama acara di kota tersebut.

Tahun ini, acara tersebut akan diadakan pada malam hari (19:00-21:00) dan Pikachu yang menggemaskan akan berkolaborasi dengan pemandangan malam yang indah di Yokohama dan teknologi LED terbaru, air, dan banyak lagi. Sorotan terbaik dari acara ini adalah Pikachu Super-Outbreak dengan total 50 Pikachu berbaris di Rinko Park.

Source: http://jw-webmagazine.com

Satoru-kun

Satoru-kun merupakan salah satu urban legend yang ada di Jepang. Urban legend ini mengenai sebuah permainan yang biasa dimainkan oleh orang-orang untuk mencari jawaban dari pertanyaan apapun. Satoru-kun akan menjawab apapun pertanyaan yang diberikan. Dia mengetahui semua hal, baik itu masa lalu, masa kini ataupun masa depan. Untuk dapat bertanya pada Satoru-kun, terdapat ritual khusus yang harus dilakukan.

Untuk memanggil Satoru-kun, diperlukan sebuah ponsel, dan beberapa uang receh untuk membuat panggilan dari telepon umum.

Langkah pertama, masukkan uang ke dalam telepon umum dan buat panggilan ke ponselmu sendiri. Kedua, ucapkan mantra berikut:

“Satoru-kun, Satoru-kun, datanglah kemari. Satoru, Satoru, tunjukkan dirimu. Satoru, Satoru, kumohon jawab aku jika kau di sana.”

Ketiga, setelah proses tersebut selesai, tutup telepon umum dan matikan ponsel. Jika langkah-langkah tadi dilakukan dengan benar maka Satoru akan menelepon dalam waktu 1×24 jam. Panggilan yang pertama, Satoru akan mengatakan posisinya berada waktu itu lalu memutus panggilan. Akan ada beberapa panggilan lagi dari Satoru, dan semakin lama, dia akan memberitahukan kalau posisinya semakin dekat dengan kalian.

Pada panggilan terakhir, Satoru-kun akan berkata “Aku ada di belakangmu sekarang.” Saat itulah kalian harus cepat-cepat mengucapkan pertanyaan yang ingin ditanyakan pada Satoru-kun.

Namun terdapat syarat yang harus dipatuhi agar ritual ini berjalan lancar. Karena bila syarat ini dilanggar, akan ada risiko yang harus dihadapi. Pertama, jangan membalikkan badan atau mencoba melihat Satoru-kun. Kedua, jangan menyentuhnya. Ketiga, jangan berusaha untuk memanggilnya jika tidak memiliki pertanyaan apapun. Keempat, ketika Satoru-kun sudah di belakang kalian, jangan menunda untuk menyatakan pertanyaan. Jika syarat-syarat tersebut dilanggar, maka kalian akan mati dan Satoru-kun membawa kalian ke neraka.

Berminat untuk mencoba memanggil Satoru-kun?

Source: japanesestation.com/inilah-satoru-kun-roh-yang-akan-menjawab-semua-pertanyaanmu-asalkan/

Fakta Unik Budaya Membunguk di Jepang

Seperti yang kita tahu orang Jepang membungkuk dalam banyak keadaan, mulai dari menyapa sampai minta maaf. Membungkuk ala orang Jepang terlihat mudah namun banyak detail yang ada dalam aturan membungkuk di Jepang.

Sangat penting ketika membungkuk adalah tidak terlihat malas, punggung harus tegap agar postur terlihat baik. Bila sedang membungkuk, hanya gunakan bagian badan atas dan jangan gerakan bagian badan bawah, tatapan mata harus fokus kebawah dan kepala menunduk. Laki-laki harus membungkuk dengan tangan pada samping kanan dan kiri mereka. Perempuan harus membungkuk dengan tangan mereka di bagian depan.

Tipe membungkuk di jepang juga berbeda-beda:

  • Eshaku

Membungkuk sekitar 15 derajat untuk menyapa. Bungkuk 15 derajat ini masuk ke kategori informal dan digunakan untuk teman sebaya.

  • Keirei

Membungkuk sekitar 30 derajat ini adalah untuk tanda hormat kepada atasan atau orang-orang yang memiliki staus sosial lebih tinggi.

  • Saikeirei

Membungkuk 45 derajat tidak bisa dilakukan pada semua kesempatan dan hanya dipakai ketika bertemu orang yang sangat penting seperti kaisar. Bungkuk 45 derajat juga dilakukan bila seseorang melakukan kesalahan yang sangat fatal.

Source : gogonihon.com

BUDAYA: Uang Tip dalam Budaya Jepang

Jika kalian berkunjung ke Jepang, pastilah sempat mengunjungi restoran-restoran di berbagai daerah di Jepang. Namun, berbeda dengan di Indonesia ketika selesai makan, biasanya kita memberi tip kepada pelayan di restoran tersebut. Di Jepang sendiri, memberi uang tip bukanlah perbuatan yang dianggap baik, justru sebaliknya. Di dalam artikel ini, akan dibahas alasan mengapa pelayan restoran Jepang tidak ingin menerima uang tip.

Pertama, banyak buku panduan budaya mengklaim bahwa pemberian tip dianggap kasar, tetapi tidak sepenuhnya benar. Hanya saja, di Jepang, memberi tip dianggap aneh.

Kedua, pelayan restoran di Jepang memiliki waktu istirahat yang cukup. Memberi tip sendiri memiliki tujuan untuk memberi bonus atau imbalan atas usaha kerjanya yang selama berjam-jam sibuk melayani pelanggan. Karena pelayan restoran di Jepang dirasa memiliki waktu untuk istirahat yang cukup, maka tidak pantas untuk menerima imbalan berupa tip.

Ketiga, Makanai atau makanan yang dibuat di dapur restoran dan disediakan untuk staf secara gratis. Tentunya ini tidak akan menjadi menu yang mahal, tetapi makanai masih dibuat dengan bahan-bahan berkualitas restoran.

Keempat, layanan yang buruk bukan bagian dari Jepang dari perspektif bisnis maupun pelanggan. Orang Jepang merasa bangga dengan hasil pekerjaannya sendiri dan akan mengerahkan 100% upayanya untuk mewujudkan sesuatu dengan baik, ini merupakan bagian dari budaya orang Jepang. Maka dari itu, tidak perlu menerima tip hanya karena telah bekerja keras.

Source: japanesestation.com

JAPAN CORNER 7

Halo semua! Japan Corner edisi 7 kini sudah bisa dibaca secara online~

Sudah tau belum apa itu Japan Corner? Untuk yang belum tahu, Japan Corner adalah salah satu program kerja milik Himaprodi Sastra Jepang UB dibawah divisi Media Information. Tujuan adanya Japan Corner adalah untuk mengasah kreativitas mahasiswa Sastra Jepang UB di dunia permajalahan dan juga untuk membagikan informasi seputar Jepang dan juga program studi Sastra Jepang UB sendiri. Nah tunggu apalagi? Yuk download Japan Corner edisi 7 sekarang juga!😊

Download

Daur Ulang sampah di Jepang (リサイクル)

Negara Jepang adalah negara yang terbesih di dunia, hal ini ditunjukkan dengan etika mereka membuang sampah pada tempatnya, contohnya, padaha hari senin dan kamis membuang sampah yang bisa dibakar seperti tempat CD,bekas makanan dsb,di hari selasa dan jumat membuang sampah yang mudah terbakar seperti korek gas, hairspray dan sebagainya.

Untuk tempat sampahnya sendiripun juga dibedakan,tempat sampah warna hijau adalah sampah untuk kertas daur ulang,warna coklat untuk botol kaca,warna kuning untuk botol plastik atau benda bermaterialkan plastik,warna merah untuk sampah yang mudah terbakar, dan masih banyak lagi contoh – contoh lainnya, namun di setiap tempat di Jepang tergantung jenis tong sampah yang ada.

Terlihat rumit bukan?, hal ini dikarenakan pada tahun 1990-an negara Jepang mengadopsi hukum baru yang dimana mengurangi jumlah sampah yang dapat dibakar dan untuk mempromosikan daur ulang, hukum ini juga dikarenakan factor kesadaran ekologi yang kian hari makin memburuk dikarenakan sampah – sampah yang menumpuk.

Lalu, jika salah satu individu tidak mengikuti peraturan, biasanya akan berurusan dengan “Nyonya Sampah”, seperti halnya di Indonesia dengan pasukan kuning, “Nyonya Sampah” ini memastikan agar semua orang di Jepang yang membuang sampah harus mengikuti peraturan yang ada.

Dengan semua hal yang disebutkan diatas, apakah ada efek yang diterima oleh negara Jepang?, tentu saja iya, sebagai contohnya Bandar Udara Tokyo Haneda dibangun di atas pulau buatan yang materialnya terbuat dari hasil olahan sampah, ada juga sebuah perusahaan seperti “The Japan Denture Recycle Association”, sebuah perusahaan di Prefektur Saitama yang dimana perusahaan tersebut mendaur ulang besi yang didonasikan dari gigi palsu yang tidak digunakan yang dimana selebihnya disumbangkan kepada UNICEF.

Sumber : https://soranews24.com/2014/05/15/recycling-in-japan-or-reasons-to-get-it-right-and-avoid-eternal-shame/

http://factsanddetails.com/japan/cat19/sub122/item647.html

Hamamatsu Matsuri, Festival Layang-Layang di Jepang

Layang-layang adalah salah satu permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak di berbagai belahan dunia. Selain mudah untuk dibuat, benda ini juga memiliki berbagai macam bentuk yang bisa dibuat sesuai kreatifitas masing masing. Di Jepang sendiri layang-layang disebut Tako, mereka juga memiliki Festival tako yang diadakan setiap tanggal 3-5 Mei di setiap tahunnya bertempat di Bukit Pasir Nakatajima, Prefektur Shizuoka. Perayaan ini disebut sebagai Hamamatsu Matsuri.

Seni layang layang atau Tako (凧) mempunyai sejarah yang panjang di negara tersebut yaitu pada jaman Periode Nara (649-794 AD). Desain layang-layang dari negeri ini cukup unik dan sangat mudah dibedakan dengan desain layang-layang dari negara atau wilayah lain. Di Jaman Heian bahkan layang-layang bukan hanya  sekedar permainan melainkan menjadi salah satu pesan rahasia orang penting di istana. Tentu karena di jaman itu, Tako dianggap istimewa dan cara mendapatkannya juga sangat sulit.

Biasanya para orang tua akan menuliskan nama anaknya pada tako sebelum diterbangkan. Kebanyakan akan memilih layang-layang dengan gambar prajurit atau pahlawan legendaris terkenal dalam cerita anak-anak dengan tujuan agar anaknya tumbuh sehat dan kuat. Selain gambar prajurit, motif yang banyak dipilih para orang tua adalah kura-kura dan bangau yang melambangkan panjang umur, juga mpotif gurame yang dipercaya melambangkan keuletan. Konon semakin tinggi layang-layang yang bertuliskan nama anak tersebut terbang, maka nasib anak tersebut pun akan semakin baik juga.

Selain itu dalam Festival Hamamatsu tak hanya sekedar menerbangkan tako saja, biasanya mereka juga bertarung (takoage gassen) untuk menjadi yang terbaik. Saat menerbangkan layangan, para peserta juga menggunakan pakaian tradisional happi yang digunakan dalam festival atau matsuri. Selama festival berlangsung, ada beragam pertunjukkan seni dan tari, juga ada ratusan penduduk lokal yang menjadi pedagang makanan atau suvenir dadakan di sepanjang jalan utama Hamamatsu.

Sumber:

http://www.inhamamatsu.com/recommend/month/5/hamamatsu-festival.php

 

Hamaya “Anak Panah Pengusir Setan”, Jimat Keberuntungan di Tahun Baru

Di Jepang, tahun baru adalah hari raya terbesar, tentu saja banyak sekali tradisi yang dilakukan. Salah satunya adalah hamaya, jimat pemberian dari kuil Shinto pada tahun baru Jepang yang dianggap sebagai benda keberuntungan.

Tradisi membawa pulang hamaya dari kuil Shinto sewaktu melakukan hatsumode berasal dari tradisi penembakan anak panah yang disebut jarai.

Hamaya diberikan kepada anak laki-laki pada awal tahun baru. Dari zaman Edo hingga awal zaman Meiji, hadiah satu set anak panah dan busurnya diberikan oleh saudara kepada bayi laki-laki yang baru lahir. Kini anak panah ini dijual untuk anak-anak di kuil. Anak panah ini biasanya dijual satu set bersama busur yang disebut hamayumi atau busur pengusir setan, dan ema atau plakat kayu bergambar kuda untuk dipersembahkan pada kuil Shinto.

Hingga saat ini pemasaran hamaya semakin meluas. Anak perempuan pun juga bisa memilikinya, bahkan seiring berjalannya waktu motif dari ema sendiri mengalami banyak perkembangan. Mulai dari lambang zodiak hingga Hello Kitty pun tersedia.

 

Source

http://muza-chan.net/japan/index.php/blog/demon-breaking-arrow-hamaya

Nintendo Labo, Inovatif dan Menarik

Setelah kesuksesan dari Nintendo Switch,Perusahaan Elektronik dan Videogame Nintendo,meluncurkan sebuah line-up produk baru untuk Nintendo Switch yang bisa dibilang aneh namun unik,yaitu Nintendo Labo,produk add on dari Nintendo yang terbuat seutuhnya dari Kertas Kardus,sebuah produk yang bisa dibilang unik dikarenakan berbeda seperti add on Game Console lain yang lainnya dikarenakan anda harus merangkai add on tersebut sendiri,dan hal unik lainnya adalah untuk memasangnya anda tidak perlu Lem sama sekali.

Tentunya produk ini memiliki varian – varian dari bentuk – bentuknya,seperti contohnya Nintendo Labo Toy Con 1 yang berisikan piano,alat pancing,rumah,mobil remote,motor Sedangkan Nintendo Labo Toy Con 2 adalah pengendali robot,benar sekali,dengan sebuah Kertas Kardus,anda bisa melakukan banyak hal dengan Nintendo Labo,tentunya produk ini tidak hanya anda bisa nikmati sendiri,anda bisa menikmatinya bersama teman,keluarga dan kelompok bermain juga.

Dengan slogan “Make, Play, Discover” anda bisa bermain produk ini dengan harga sekitar Rp. 940.000 untuk Nintendo Labo Toy Con 1 dan Rp. 1.100.000 untuk Nintendo Labo Toy Con 2,Harga yang bisa dibilang kompetitif dengan add on Console lain yang berhaga sama namun terbatas di bagian Produktivitas serta Fungsi.

Dengan konsep unik serta inovatif,serta untuk tujuan kreatifitas,apakah anda tertaik untuk mencobanya?

 

Source

Nintendo Hadirkan Nintendo Labo, Sebuah Perangkat Kardus Gaming