Let Me Eat Your Pancreas

Let Me Eat Your Pancreas atau Kimi no Suizo wo Tabetai adalah film yang keluar pada 2017 silam lalu. Film Jepang yang bergenre drama romansa ini dibintangi oleh Minami Hamabe, Takumi Kitamura, Keiko Kitagawa dan Shun Oguri. Disutradarai oleh Sho Tsukikawa, film ini didasarkan pada novel dengan judul yang sama oleh Yoru Sumino.

Sakura Yamauchi dan “I” adalah teman sekelas pada sama sekolah menengah atas. “I” adalah seorang guru di sekolah mereka dulu, ia menjadi guru karena terinspirasi dari kata-kata Sakura di masa lalu. Ketika “I” sedang berbicara pada murid-muridnya ia teringat akan hari-hari di masa lalunya dengan Sakura.

Sakura Yamauchi adalah gadis yang mengidap penyakit yang menyerang pankreasnya. Sakura menulis keluhan, rasa sakit yang dirasakannya dan caranya bertahan hidup pada diarynya. “I” pada suatu hari tidak sengaja menemukan diari Sakura dan membacanya, itu membuat mereka menjadi dekat dan sering menjalani hari bersama. Sakura yang tidak memiliki umur yang panjang tetap bertekad untuk hidup dengan baik, tapi pada akhirnya ia tidak bisa menahan penyakitnya lebih lama lagi.

12 tahun setelah kepergian Sakura, sahabatnya Kiyoko, yang akan menikah juga mulai mengingat masa lalu yang ia lalui bersama dengan Sakura, sama seperti “I”. Maka dari teringatnya mereka berdua akan Sakura, keduanya menyadari apa yang sebenarnya ingin Sakura sampaikan.

Source: asianwiki.com, gv.com

Confession of Murder

Confession of Murder (22 nenme no Kokuhaku: Watashi ga Satsujinhan desu) adalah film Jepang dengan genre suspense/mystery yang rilis tahun 2017. Menceritakan tentang kisah Wataru Makimura (Hideaki Ito) yang menangani sebuah kasus pembunuhan dan berusaha untuk menangkap si pembunuh. Namun kasus tersebut tidak kunjung menemui titik terang.

22 tahun kemudian, sebuah memoar pembunuh berjudul “Watashi ga Satsujinhan desu” (Aku adalah Pembunuh) dipublikasikan. Dalam memoar tersebut, sang penulis, Masato Sonezaki (Tatsuya Fujiwara), mendeskripsikan dirinya sebagai pelaku dari lima kasus pembunuhan tak terpecahkan.

Buku memoar tersebut menjadi populer di kalangan masyarakat hingga membuat Wataru menyelidiki kembali pembunuhan berantai yang terjadi 22 tahun yang lalu. Saking populernya buku itu, Wataru dan Masato sampai diundang di acara talkshow yang dipandu oleh pembawa acara terkenal. Namun, tanpa mereka ketahui, dengan diundangnya mereka ke acara tersebut membawa mereka selangkah lebih dekat pada kebenaran atas pembunuhan 22 tahun lalu.

Film ini merupakan remake dari film Korea dengan judul yang sama dan telah dirilis pada tahun 2012. Ditulis dan disutradarai oleh Yuu Irie beserta Kenya Hirata. Film berdurasi 117 menit ini telah meraih kesuksesan baik secara komersil maupun kritik.

Source: asianwiki.com

JAPAN CORNER 7

Halo semua! Japan Corner edisi 7 kini sudah bisa dibaca secara online~

Sudah tau belum apa itu Japan Corner? Untuk yang belum tahu, Japan Corner adalah salah satu program kerja milik Himaprodi Sastra Jepang UB dibawah divisi Media Information. Tujuan adanya Japan Corner adalah untuk mengasah kreativitas mahasiswa Sastra Jepang UB di dunia permajalahan dan juga untuk membagikan informasi seputar Jepang dan juga program studi Sastra Jepang UB sendiri. Nah tunggu apalagi? Yuk download Japan Corner edisi 7 sekarang juga!😊

Download

Teke Teke

Seperti pada kebanyakan urban legenda asal Jepang yaitu mengalami kematian tragis kemudian menjadi hantu penasaran, teke-teke pun juga mengalami kejadian serupa. Teke-teke adalah hantu remaja perempuan yang tewas karena tertabrak kereta yang membuat tubuhnya menjadi dua bagian. Dikisahkan seorang perempuan bernama Kashima Reiko kehilangan nyawanya setelah tertabak kereta api super cepat Shinkansen. Alasan dibalik tertabraknya Kashima Raiko adalah dia mendapatkan bullying dari teman-temannya yang akirnya berujung dengan kematiannya.

Dikisahkan pada saat itu Kashima sedang duduk di stasiun kereta Shinkansen, kemudian datang temannya yang usil dan meletakkan serangga pada bahu Kashima. Kashima yang penakut pun seketika berlari dan tanpa sadar ia telah berdiri di jalur perlintasan kereta Shinkansen, saat kereta melintas dengan kecepatan penuh dan dengan sekejap dia terbunuh dengan cara yang mengenaskan. Tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.

Kemudian ia menjadi arwah penasaran dan mulai berjalan menggunakan siku tangannya untuk mencari kedua kakinya yang hilang. Ketika ia mulai menyeret tubuhnya yang terbelah menjadi dua bagian, terdengar suara tek-tek -tek dan kemudian membuatnya diberi nama hantu Teke-teke.

Hantu Teke-teke menghantui setiap orang yang ditemuinya dan mengancam akan membuatnya merasa kesakitan layaknya yang Kashima rasakan. Dikisahkan juga ia menghuni setiap kamar mandi di Jepang. Kemudian ia akan memberikan pertanyaan aneh yang harus dijawab oleh wanita yang memakai toilet, dan dia harus menjawab dengan tepat. Apabila salah, Teke-teke siap mengambil kedua kaki dari korbannya.

Dalam kisahnya, seorang siswa laki-laki yang terlambat pulang dari sekolah pernah melihat wujud perempuan yang seumuran dengannya dengan setengah badan. Saat itu gelap ketika dia berpapasan dengan wanita itu tanpa memperhatikan ke arah bawah. Saat cahaya bulan mulai terang memperlihatkan dengan jelas wujud hantu teke-teke dan membuatnya lari terbirit-birit.

Kisah hantu ini pun banyak digunakan para orang tua di Jepang untuk menakuti anaknya agar tidak pulang larut malam sekaligus menjadi momok yang menyeramkan bagi para remaja di Jepang. Hingga saat ini Teke-teke dipercaya masih menghantui masyarakat Jepang. Sehingga membuat salah seorang sutradara di Jepang ingin mengabadikan kisah dari hantu ini dalam sebuah film horror dengan judul Teke-teke.

 

Foreboding

Foreboding adalah sebuah film yang diadaptasi berdasarkan drama teatrikal berjudul Yocho Sanpo Suru Shinryakusha Gekijoban (散歩する侵略者 劇場版) yang ditulis dan disutradarai oleh Tomohiro Maekawa. Film ini juga berawal dari sebuah mini drama dengan 5 episode yang tayang pada WOWOW. Setelah mengalami beberapa perubahan, film yang rilis di Jepang pada 11 November 2017  berkisah tentang penyerbuan makhluk luar angkasa yang tak biasa.

Berikut adalah nama nama dari pemain film ‘Foreboding’:

  • Eriko Nakamura – Yoko Saiki
  • Yukino Kishii – Miyuki Asakawa
  • Junpei Yasui – Dr. Komori
  • Kei Ishibashi – Kazuyo Kawauchi
  • Mutsuo Yoshioka – Nogami
  • Hirota Otsuka – police officer
  • Tetsuya Chiba – Tamotsu Asakawa
  • Taro Suwa – Taoka
  • Makiko Watanabe – Kasuya’s wife
  • Makoto Nakamura – Kasuya
  • Ren Osugi – Nishizaki

Sinopsis

Miyuki Asakawa (Yukino Kishii) memberitahu rekannya Etsuko Yamagiwa (Kaho) bahwa dia memiliki hantu di rumahnya. Ketika Etsuko pergi ke rumah Miyuki, hanya ada ayah Miyuki di sana. Etsuko menjadi khawatir akan keadaan Miyuki dan membawanya ke rumah sakit jiwa di mana suaminya Tatsuo (Shota Sometani) bekerja. Di sana, Miyuki menerima diagnosis bahwa dia kurang memahami “keluarga.”
Kemudian, Etsuko memberitahu suaminya Tatsuo bahwa dia tidak nyaman dengan Dr. Jiro Makabe (Masahiro Higashide). Tatsuo memperkenalkannya kepada Dr. Jiro Makabe sebelumnya di rumah sakit. Etsuko memiliki perasaan tidak nyaman akan suaminya yang bekerja dengan Dr. Jiro Makabe. Suatu hari, Etsuko mendengar keadaan Dr. Jiro Makabe “Saya datang ke Bumi untuk menyerbu.”

Film ini juga mendapatkan prestasi di Berlin Internasional Film 2018 loh, Foreboding mendapatkan posisi 5 dalam 5 Most Anticipated. Menarik bukan? Kalian bisa langsung nonton filmya kalau penasaran 🙂

Sumber: https://www.hollywoodreporter.com/review/foreboding-1087199

Namiya Zakkaten no Kiseki

Namiya Zakkaten no Kiseki (ナミヤ雑貨店の奇蹟) adalah film misteri fantasi Jepang yang rilis pada September 2017 lalu yang disutradarai oleh Ryuichi Hiroki. Film ini dibuat berdasarkan novel dengan judul yang sama karangan Keigo Higashino, novel Keigo Higashino pertama kali terbit pada April 2011 sampai Desember 2011 di majalah Shosetsu Yasei Jidai. Personel grup Hey! Say! JUMP, Ryosuke Yamada dan aktor senior Toshiyuki Nishida akan memainkan peran sebagai tokoh utamanya.

Film ini bercerita tentang tiga berandalan yang telah berteman sejak kecil. Mereka melarikan diri dari hukum dan bersembunyi dalam sebuah toko terlantar. Atsuya (Ryosuke Yamada) yang memutuskan untuk tinggal disana sampai pagi menemukan seorang misterius menaruh surat di kotak pos pada malam hari. Ternyata itu surat itu ditulis oleh pemilik toko Namiya 32 tahun yang lalu. Surat itu berhubungan dengan kejadian pada tahun 1980. Mereka kemudian memutuskan untuk merespon surat itu dan membantu mereka yang membutuhkan.

Bagaimana ? Penasaran bukan dengan film yang satu ini ?

 

Sumber :

http://www.yogmovie.com/2018/01/the-miracles-of-namiya-general-store.html

Nintendo Labo, Inovatif dan Menarik

Setelah kesuksesan dari Nintendo Switch,Perusahaan Elektronik dan Videogame Nintendo,meluncurkan sebuah line-up produk baru untuk Nintendo Switch yang bisa dibilang aneh namun unik,yaitu Nintendo Labo,produk add on dari Nintendo yang terbuat seutuhnya dari Kertas Kardus,sebuah produk yang bisa dibilang unik dikarenakan berbeda seperti add on Game Console lain yang lainnya dikarenakan anda harus merangkai add on tersebut sendiri,dan hal unik lainnya adalah untuk memasangnya anda tidak perlu Lem sama sekali.

Tentunya produk ini memiliki varian – varian dari bentuk – bentuknya,seperti contohnya Nintendo Labo Toy Con 1 yang berisikan piano,alat pancing,rumah,mobil remote,motor Sedangkan Nintendo Labo Toy Con 2 adalah pengendali robot,benar sekali,dengan sebuah Kertas Kardus,anda bisa melakukan banyak hal dengan Nintendo Labo,tentunya produk ini tidak hanya anda bisa nikmati sendiri,anda bisa menikmatinya bersama teman,keluarga dan kelompok bermain juga.

Dengan slogan “Make, Play, Discover” anda bisa bermain produk ini dengan harga sekitar Rp. 940.000 untuk Nintendo Labo Toy Con 1 dan Rp. 1.100.000 untuk Nintendo Labo Toy Con 2,Harga yang bisa dibilang kompetitif dengan add on Console lain yang berhaga sama namun terbatas di bagian Produktivitas serta Fungsi.

Dengan konsep unik serta inovatif,serta untuk tujuan kreatifitas,apakah anda tertaik untuk mencobanya?

 

Source

Nintendo Hadirkan Nintendo Labo, Sebuah Perangkat Kardus Gaming

HITACHI SEASIDE PARK

PicsArt_12-02-10.09.43

 

Kali ini, Hima Travel bakal ngajak kamu jalan-jalan ke wisata alam nih. Yaitu, Hitachi Seaside Park. Berlokasi hanya dua jam dari Tokyo, Hitachi Seaside Park atau Hitachi Kaihin Koen dalam bahasa Jepang adalah obyek wisata terpenting dan paling terkenal di Prefektur Ibaraki. Taman seluas 200 hekatr ini berada di tepi Samudera Pasifik dan sudah dibuka untuk umum sejak tahun 1991. Ada jutaan tanaman bunga di sini yang mekar di musim yang berbeda-beda, menjadikan Taman Hitachidapat dinikmati sepanjang tahun dengan pesona dan kecantikan yang berbeda-beda setiap musimnya.
Teman-teman bisa berkeliling area taman dengan berjalan kaki atau menyewa sepeda yang tersedia di aea pintu masuk taman. Berikut ini beberapa event atau acara di Hitachi Seaside Park yang bisa teman-teman ikuti yang sesuai dengan musim bunga-bunga bermekaran.
Suisen Fantasy (Musim Semi, akhir Maret-awal April)
Di musim semi, bunga-bunga bakung di taman ini bermekaran sempurna. Tidak ketinggalan juga bunga Sakura yang menjadi incaran di musim semi. Tahun 2017, Suisen Fantasy berlangsung dari 25 Maret samapi 7 April. Dengan total lebih dari satu juta batang bunga bakung kuning dengan lebih dari 500 varitas, tentu akan menjadi pemandangan indah dan tak terlupakan di Hitachi Seaside Park.
Tulip World (Musim Panas, akhir April)
Setelah Suisen fantasy berakhir, teman-teman bisa mengikuti event Tulip World. Lebih dari 250 ribu bunga tulip dari 200 spesies bunga tulip beraneka bentuk dan warna siap memberikan pengalaman dunia yang penuh warna. Tahun 2017, Tulip World berlangsung dari tanggal 8 April hingga 21 April 2017, dengan lebih dari 250 jenis dan 250 ribu batang bunga tulip beraneka warna di Tamago no Mori Flower Garden.
Nemophilia Harmony (awal Mei)
Teman-teman pasti akan mengucek mata ketika melihat panorama ini! Lebih dari 4,5 juta tanaman bunga Nemophilia akan bermekaran. Melihat dari ketinggian bukit Mirahashi, kelopak bunga nemophilia yang berwarna biru muda cerah akan berpadu sempurna dengan warna biru langit. Tahun 2017, Nemophilia Harmony berlangsung dari 22 April hingga 14 Mei 2017 dengan lebih dari 4,5 juta tanaman nemophilia di Bukit MIrahashi no Oka.
Lavender dan Sukashiyuri lily
Bunga-bunga lavender dengan warna ungunya yang khas akan mulai bermekaran di awal musim panas (sekitar awal hingga pertengahan Juli). Kemudian dilanjutkan dengan bunga lily berwarna putih dengan aksen warna cerah lainnya yang mekar di awal Juli hingga awal Agustus.
Cochia Lightup (Agustus)
Di puncak musim panas dari awal bulan Agustus, akan diadakan Cochia Lightup, yakni festival pencahayaan di kebun tanaman Cochia sepanjang liburan musim panas. Tahun 2017 ini, Cochia Lightup diadakan dari 18 Agustus hingga 27 Agustus, mulai dari jam 18.00 hingga 21.30 di Hitachi Seaside Park. Lokasinya adalah Miharashi no Oka, kebun tanaman terbesar di Hitachi Seaside Park, yang punya lebih dari 32.000 pohon Cochia. Pohon ini awalnya berwarna hijau, namun berubah warna menjadi merah di musim panas.
Cochia Karnival (awal-pertengahan Oktober)
Di awal musim gugur, pohon cochia berubah warna dari hijau menjadi pink menyala. Bentuknya yang seperti bulat membuat kita seperti melihat bola-bola pink tersebar di seluruh area taman. Jangan lupa juga melihat ekarnya lebih dari 2 juta bunga cosmos yang di sisi bukit lainnya. Gradasi warna putih, merah, dan pink menjadi pemandangan yang saying untuk dilewatkan. Jika teman-teman berencana berkunjung bulan November-Januari, Hitachi Seaside Park rasanya bukan tempat yang cocok. Selama musim dingin, tumbuhan dan pepohonan masuk masa dorman, dan baru akan kembali mekar di musim semi.
Selain menikamti pemandangan kebun bunga yang indah untuk setiap musimnya, teman-teman juga bisa menikmati beragam permainan di Pleasure Garden yang masuk dalam kawasan Taman Hitachi. Seluruh wahana di sini dirancang untuk permainan keluarga. Ada Water Plaza (wahana permainan air), Guguri Forest Labirin (wahana labirin raksasa), Rollercoaster, dan area bermain golf untuk keluarga.
Wahana favorit adalah Flower Ring atau Kincir Raksasayag akan membaca kita ke ketinggian 100 meter dari atas permukaan tanah. Dari puncak, kita bisa melihat pemandangan kebun bunga dengan latar belakang laut Pasifik.
Tiket permainan untuk wahana dijual terpisah mulai dari harga 100-600 yen (bergantung pada jenis wahana). Loketnya bisa ditemukan di sekitar wahana permainan, sebagai catatan ada batasan tinggi (tidak untuk semua umur).
Setelah puas menikmati pemandangan bunga-bunga atau berkeliling area taman dengan bersepeda, teman-teman bisa mencoba makanan khas Ibaraki di Garden Restaurant. Atau jika hanya ingi minum kopi atau teh, juga bisa berkunjungg ke Glasshouse dan Lakeside Café.
Untuk harga tiket masuk ke Hitachi Seaside Park adalah dewasa 410 yen, senior (diatas usia 65 tahun) 210 yen, anak sekolah 80 yen, dan balita gratis. Saat festival bunga semi tanggal 25 Maret sampai 14 Mei, taman Hiatchi Seaside Park buka setiap hari!
Nah kira-kira teman-teman berniat berkunjung ke Hitachi Seaside Park ga? Jangan lupa untuk mengambil foto sebagai kenang-kenangan ya!
Source: https://www.infojepang.net/item/hitachi-seaside-park/

Tokyo Banana, Oleh-Oleh Khas Jepang yang Lezat dan Populer

PicsArt_11-20-05.52.39

 

Balik lagi di Hima Foodies nih. Kali ini Hima Foodies bakal ngebahas tentang Tokyo Banana, salah satu oleh-oleh makanan khas Jepang yang banyak diminati. Makanan khas Jepang ini cukup populer dan menjadi incaran wisatawan asing saat ke Jepang.
Tokyo Banana merupakan sejenis kue yang di dalamnya diisi dengan krim pisang. Jika di bawa ke Indonesia, kue ini hampir mirip dengan kue bolu pisang. Tokyo Banana ini memiliki rasa khas yaitu lembut dan manis. Tekstur yang lembut disebabkan karena kue ini dikukus terlebih dahulu setelah di panggang dan rasa manisnya bisa berasal dari krim yang ada di dalamnya dan bisa juga dari kuenya itu sendiri.
Sesuai namanya, Tokyo Banana sangat identik dengan rasa pisang. Namun, selain pisang, juga terdapat berbagai pilihan rasa lain seperti misalnya variasi leopard, caramel, coklat, tree, strawberry dan berbagai pilihan rasa lain. Dengan begitu, pembeli akan lebih leluasa memilih variasi dan rasanya.
Salah satu daya tarik Tokyo Banana selain rasanya yang enak dan lembut yaitu karena dijual dengan bentuk yang imut. Orang yang pertama kali melihat bentuk Tokyo Banana yang imut ini akan tergiur dan pasti ingin mencobanya. Dengan bentuk yang tidak begitu besar, Tokyo Banana menjadi salah satu oleh-oleh khas Jepang yang praktis dan tidak ribet untuk membawanya. Selain itu, daya tarik lainnya adalah di kemasannya itu sendiri. Kemasan Tokyo Banana dibuat dengan sangat “manis” dan cantik sehingga menambah minat orang untuk membelinya.
Untuk harga Tokyo Banana biasanya tergantung pada jumlah isi per kotaknya. Untuk Tokyo Banana isi 4 dijual sekitar ¥ 483 hingga ¥500, isi 8 harganya sekitar ¥ 1000 hingga ¥ 1300, sementara untuk kemasan lebih besar, yaitu isi 12 harganya sekitar ¥ 1543 hingga ¥ 1600. Nah, kamu bisa menyesuaikan berapa oleh-oleh yang kamu beli dengan kondisi budget. Tapi sayangnya, Tokyo Banana ini tergolong tidak begitu tahan lama karena biasanya masa tahannya hanya sekitar satu minggu.
Tokyo Banana juga bisa kalian temukan di toko-toko online yang menjual makanan atau barang-barang import. Tapi tentunya dengan harga yang relatif lebih mahal dibanding kalian beli langsung di Jepang, hehe.
Nah kira-kira kalian tertarik ga nih untuk membeli oleh-oleh yang satu ini saat liburan ke Jepang?

 
Source: http://zonajepangkorea.blogspot.co.id/2016/07/mengenal-tokyo-banana-oleh-oleh-khas.html