ブラウィジャヤ大学の日本文学科学生会

Di Jepang Tidak Ada Ujian Nasional, Benarkah?

SHARE
, / 1137 0

      Ujian nasional, begitu kita mengenalnya di Indonesia. Mendengar namanya disebut saja sudah membuat kita merinding, bukan? Khususnya untuk para pelajar tingkat SD, SMP dan SMA. Bagaimana tidak merinding, ujian nasional dijadikan tolak ukur kelulusan seorang siswa untuk bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini menimbulkan berbagai macam kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

      Apakah penentuan kelulusan sekolah dengan ujian nasional ini hanya berlaku di Indonesia? Bagaimana dengan kebijakan di negara lain, khususnya Jepang? Bagaimana sistem pendidikan yang berlaku di Jepang? Apakah sama dengan Indonesia? Mari kita perhatikan melalui ulasan di bawah ini.

      Tingkatan pendidikan di Jepang memiliki sistem yang sama dengan Indonesia, yakni menggunakan sistem 6-3-3. Dengan uraian : sekolah dasar selama 6 tahun, sekolah menengah pertama selama 3 tahun, dan sekolah menengah atas selama 3 tahun. Namun, yang membedakan adalah ketika di sekolah dasar, murid-murid di Jepang tidak perlu mengikuti ujian kenaikan kelas agar bisa melanjutkan ke kelas yang lebih tinggi. Murid yang sudah menyelesaikan proses belajar secara otomatis akan naik ke kelas yang lebih tinggi, demikian seterusnya sampai mereka menginjak bangku sekolah menengah pertama. Murid SD dan SMP di Jepang tidak perlu mengikuti ujian akhir karena SD dan SMP masuk ke dalam kelompok compulsory education. Sehingga siswa SD yang sudah menyelesaikan sekolahnya bisa langsung mendaftar ke SMP. Demikian juga dengan siswa SMP, mereka bisa memilih masuk ke SMA yang diminatinya, namun harus mengikuti ujian masuk SMA yang bersifat standar, maksudnya soal ujian dibuat oleh educational board. Saat sudah SMA, murid-murid di Jepang bisa memilih jurusan/kelas yang sesuai minatnya. Tidak ada ujian nasional, karena pendidikan di SMA lebih memfokuskan pada kesiapan siswanya untuk bisa memasuki perguruan tinggi yang bagus di Jepang. Setelah lulus SMA, para murid bisa memilih ingin melanjutkan ke perguruan tinggi atau ke sekolah kejuruan (Senmon Gakkou).

japanese-exam

     Tidak adanya ujian nasional di Jepang ini dikarenakan pemerintah di sana lebih mementingkan kualitas akhir dari sumber dayanya daripada nilai akhir yang berupa angka. Karena kepribadian seseorang tidak bisa dinilai dengan angka, namun melalui tindakan langsung dari individunya.

      Setelah membaca ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa di Jepang tidak mengenal adanya ujian nasional untuk menentukan lulus tidaknya seorang siswa. Hal ini sedikit berbeda dengan sistem di negara kita, ya. Walaupun begitu, kita tidak boleh membanding-bandingkan hal ini. Jadikan hal ini sebagai pengetahuan bagi kita, mungkin kelak bisa berguna.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.